14 Kebiasaan Orang Sukses yang Layak Kamu Tiru
Menjadi sukses itu sebenarnya gampang. Yang penting mau berusaha, dan siap menjadi orang yang sukses. Aku sendiri sering kagum melihat anak-anak muda yang di usia belia sudah begitu banyak berkarya. Setiap kali membaca berita tentang kesuksesan mereka, ada semacam semangat yang tiba-tiba menyala dalam diri — rasanya ingin segera menirunya. Tapi sebenarnya, apa sih rahasia di balik kesuksesan mereka? Jawabannya sederhana: rahasianya ada pada kebiasaan mereka sehari-hari.
Nah, berikut ini adalah kebiasaan-kebiasaan orang sukses yang layak kamu tiru, kalau memang kamu ingin sukses juga.
Kebiasaan-kebiasaan yang aku rangkum di sini tentu saja merupakan sarian dari pelajaran orang-orang yang sudah lebih dulu berhasil. Kabar baiknya, kita tidak perlu memulai semuanya dari nol. Cukup dengan meniru kebiasaan mereka, lalu memodifikasinya sedikit sesuai kemampuan dan kebutuhan kita sendiri, jalan menuju sukses sudah terbuka lebih lebar.
1. Mereka tahu kapan harus move on
Orang sukses tidak betah berlama-lama meratapi sesuatu yang sudah jelas tidak membawa mereka ke mana-mana. Entah itu pekerjaan yang mentok, hubungan yang toksik, atau rencana yang sudah terbukti gagal — mereka tahu persis kapan harus melepaskan dan melangkah ke hal berikutnya.
2. Mereka menjadikan rasa takut sebagai bahan bakar
Alih-alih membiarkan rasa takut melumpuhkan langkah, mereka justru menjadikannya pemicu untuk bergerak lebih cepat dan lebih serius. Takut gagal? Justru itu yang membuat mereka mempersiapkan diri lebih matang.
3. Mereka paham betul bahwa kegagalan adalah bagian dari kesuksesan
Bagi mereka, gagal bukan lawan dari sukses — gagal adalah bagian dari prosesnya. Setiap kegagalan dianggap sebagai uang sekolah yang wajib dibayar sebelum naik kelas.
4. Mereka melatih pikiran untuk selalu melihat sisi baik
Bukan berarti mereka menutup mata dari masalah, tapi mereka membiasakan diri untuk mencari celah positif di tengah situasi yang serba tidak pasti. Kebiasaan kecil ini, kalau dilatih terus-menerus, ternyata berdampak besar pada cara mereka mengambil keputusan.
5. Mereka gigih dan ulet dalam mengejar tujuan
Nggak gampang mlempem di tengah jalan. Sekali mereka menetapkan tujuan, semangatnya dijaga sampai garis akhir, meski harus jatuh bangun berkali-kali di sepanjang perjalanan.
6. Mereka mulai duluan, sebelum merasa siap
Yang penting mulai dulu — begitu prinsipnya. Orang sukses tidak menunggu sampai semua serba sempurna atau sampai rasa percaya diri mencapai seratus persen. Mereka melangkah lebih dulu, lalu belajar sambil berjalan.
7. Mereka tidak membawa segalanya secara pribadi
Kritik, penolakan, bahkan omongan miring dari orang lain, tidak mereka telan mentah-mentah sebagai serangan pribadi. Mereka tahu memilah mana yang perlu didengar dan mana yang cukup dilewatkan begitu saja.
8. Mereka percaya diri
Kepercayaan diri ini bukan datang dari langit. Ia dibangun pelan-pelan, dari keberhasilan-keberhasilan kecil yang terus dikumpulkan, sampai akhirnya membentuk keyakinan yang kokoh terhadap kemampuan diri sendiri.
9. Mereka tidak mencoba menyesuaikan diri dengan semua orang
Orang sukses tahu bahwa tidak semua orang perlu menyukai mereka, dan itu tidak masalah. Mereka lebih memilih menjadi diri sendiri yang autentik, daripada memaksakan diri agar diterima oleh semua kalangan.
10. Mereka rela menjadi pemula lagi
Legowo jadi newbie — itulah sikap yang mereka pegang setiap kali memasuki bidang baru. Ego yang terlalu besar justru sering menjadi penghalang untuk belajar hal-hal baru.
11. Mereka tidak mengerjakan sesuatu yang tidak ingin mereka kerjakan
Mereka cukup berani untuk berkata tidak pada hal-hal yang bukan prioritas atau yang bertentangan dengan nilai mereka, alih-alih memaksakan diri demi menyenangkan semua orang.
12. Mereka merayakan kesuksesan dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain
Sekecil apa pun pencapaiannya, mereka tidak segan merayakannya — dan yang lebih menyenangkan, mereka mengajak orang-orang terdekat untuk turut merasakannya. Contohnya, ya, kalau sudah closing deal, ajak-ajak teman buat ditraktir, hehe.
13. Mereka tidak butuh alasan untuk menolong orang lain
Membantu orang lain dilakukan begitu saja, tanpa perlu menunggu ada untung yang bisa didapat lebih dulu. Bagi mereka, kebaikan yang ditabur akan menemukan jalannya sendiri untuk kembali.
14. Mereka menerima apa yang tidak bisa mereka ubah
Alih-alih menghabiskan energi untuk melawan hal-hal di luar kendali, mereka memilih menerimanya dengan lapang dada, lalu mengalihkan seluruh fokus pada hal-hal yang benar-benar bisa mereka kendalikan.
----
Kalau kebiasaan-kebiasaan di atas ditiru dan dipraktikkan secara konsisten, katanya bisa menimbulkan efek yang luar biasa dalam hidup kita. Katanya sih begitu — coba saja sendiri kalau belum percaya.

Memang tidak mudah jadi orang sukses yang benar2 merintis dari awal, yang jelas mereka memiliki kegigihan dan keyakinan dengan apa yang ingin mereka raih, moga kebiasa2an diatas bisa kita tiru dan ikut sukses seperti mereka :)
BalasHapusNiru yg paling mudah aja dulu mbak,,
BalasHapusrayakan keberhasilan dan traktir aku,, :p
Kesuksesan tidak bisa diraih tanpa perjuangan yang penuh dengan duri dan rintangan, bersyukurlah orang yang telah meraih sekarang ini
BalasHapusthanks gan,, mari sama2 niru :)
Hapuswah wah masa iya ane ikutin nggak juga kan hehehe :D
BalasHapusCerita Dewasa
ayo ikut gan :)
Hapusseiring berjalannya waktu, manusia terus belajar, maka dari itu sebuah kegagalan yang kita dapatkan malah lebih berarti untuk menunjang kita ke jalan yang sukses.
BalasHapusshuper sekali mbak leony
HapusSomehow karna ga ada penjelasan jadinya ada yg ambigu.
BalasHapuspoint 14 misalnya Mereka menerima apa yang mereka tidak bisa rubah
kadang orang sukses kan ada yg berasal dari kaum miskin kemudian mau merubah nasib dan berusaha bangkit...
Mereka justru tidak menerima dan kemudian mau merubahnya
nice coment mas, itu betul mas, nasib memang bisa kita rubah. di poin itu mungkin ada hal-hal yang sama sekali diluar kemampuan kita untuk merubahnya. seperti fisik yang terlahir demikian, atau terkena penyakit A yang tdk bisa kita rubah. kita terima itu, namun bukan menyerah dg keadaan. itu lbh kepada keikhlasan menerima, namun tetap berkreasi dg apa yg ada
Hapus